Aceh Tamiang, Rabu (24/12/2025) — Tim Medis Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan pelayanan kesehatan terpadu bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan layanan kesehatan pascabencana. Kegiatan ini dilaksanakan secara simultan di tiga titik pelayanan, yakni Posko Pelayanan Kesehatan RS Pertamina IHC Rantau, Posko Pelayanan Kesehatan di Masjid sekitar RS Pertamina Rantau, serta Mobile Clinic di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau.

Pelayanan berlangsung pada pukul 08.00–16.00 WIB dan mencakup pelayanan pengobatan, pemeriksaan kesehatan, serta kegiatan promotif dan preventif. Secara keseluruhan, Tim Medis UMMAT melayani 65 pasien, terdiri dari 33 laki-laki dan 32 perempuan. Berdasarkan kelompok usia, pasien didominasi oleh usia produktif 19–59 tahun (46 orang), disusul kelompok lanjut usia >59 tahun (15 orang), serta anak usia di bawah lima tahun (4 orang).

Selain pelayanan pengobatan, Tim Medis UMMAT juga melaksanakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat kepada masyarakat terdampak banjir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait penggunaan obat yang aman, tepat dosis, tepat waktu, dan sesuai indikasi, terutama pada kondisi pascabencana yang rentan terhadap kesalahan penggunaan obat. Edukasi diberikan secara langsung kepada pasien pada saat pelayanan berlangsung, baik di posko kesehatan, layanan mobile clinic, maupun kunjungan home care.

Pada layanan Mobile Clinic di Desa Benua Raja, Tim Medis UMMAT tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan gratis, tetapi juga mengintegrasikan kegiatan edukasi kesehatan masyarakat. Dua bentuk sosialisasi utama dilaksanakan, yaitu edukasi kesehatan ibu dan keluarga yang meliputi teknik menyusui yang benar, kesehatan dan kebersihan organ reproduksi, pencegahan penyakit menular pascabencana, serta deteksi dini penyakit pada anak. Selain itu, dilakukan pula edukasi kesehatan anak berbasis trauma healing melalui permainan edukatif yang menekankan perlindungan area privasi, kesehatan reproduksi anak, serta kesehatan gigi dan mulut.

Sebagai bentuk dukungan sosial dalam masa pemulihan pascabencana, Tim Medis UMMAT menyalurkan bantuan berupa 30 paket ibu yang berisi sembako, personal hygiene set, dan perlengkapan ibadah, serta 46 paket anak yang berisi sembako dan permainan edukatif.

Berdasarkan hasil pelayanan kesehatan, penyakit yang paling banyak ditemukan pada masyarakat adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 30 kasus, diikuti penyakit kardiovaskular termasuk hipertensi sebanyak 9 kasus, diabetes sebanyak 4 kasus, serta berbagai keluhan muskuloskeletal seperti low back pain, myalgia, dan cedera non-trauma. Tim Medis UMMAT juga melaksanakan home care dengan mendatangi langsung rumah warga yang mengalami keterbatasan mobilitas sehingga tidak dapat mengakses posko kesehatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Laporan Hasil Posko Kesehatan dan Kunjungan Mobile Clinic yang dilaksanakan oleh Tim Medis Universitas Muhammadiyah Mataram di RS Pertamina Rantau, Posko Kesehatan RS Pertamina Rantau, serta Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Melalui pelayanan pengobatan, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kesehatan dan obat, serta pendekatan promotif dan preventif yang terintegrasi, Tim Medis UMMAT berupaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat serta mendukung percepatan pemulihan kondisi kesehatan warga pascabencana banjir.

Sebagai penutup, Universitas Muhammadiyah Mataram menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, khususnya melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI. Dukungan program ini menjadi landasan penting bagi pelaksanaan aksi kemanusiaan dan penguatan peran perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana di Indonesia.