Aceh Tamiang — Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Tim Medis Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan melaksanakan rangkaian kegiatan respons kesehatan terpadu pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Keseluruhan rangkaian kegiatan berlangsung pada 18–31 Desember 2025, mencakup tahapan pendataan dan koordinasi awal, pelaksanaan pelayanan langsung di lapangan, hingga penyusunan laporan akhir kegiatan.

Pendataan Awal dan Koordinasi Kebencanaan

Tahap awal kegiatan dilaksanakan pada 18–20 Desember 2025, yang difokuskan pada proses pendataan kebutuhan kesehatan masyarakat serta koordinasi dengan Health Emergency Operation Center (HEOC) Aceh. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan intervensi kesehatan yang dilakukan tepat sasaran, berbasis kebutuhan lapangan, serta selaras dengan mekanisme penanggulangan bencana yang berlaku di wilayah Aceh Tamiang.

Penguatan Layanan Kesehatan Pascabencana

Selanjutnya, pada 21–27 Desember 2025, Tim Medis UMMAT melaksanakan kegiatan inti berupa dukungan pemulihan layanan kesehatan dan pelayanan medis langsung kepada masyarakat terdampak banjir. Salah satu fokus utama adalah penguatan operasional RS Pertamina Rantau, yang sempat terdampak banjir, melalui koordinasi layanan medis, pelayanan kesehatan masyarakat, serta penguatan sistem rujukan dan keberlanjutan pelayanan.

Pelayanan Kesehatan Terpadu dan Edukasi Masyarakat

Pada 24 Desember 2025, pelayanan kesehatan terpadu diselenggarakan di tiga titik, yaitu Posko Kesehatan RS Pertamina Rantau, Posko Kesehatan di masjid sekitar RS Pertamina, serta Mobile Clinic di Desa Benua Raja. Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta kegiatan promotif dan preventif, termasuk Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat guna meningkatkan literasi masyarakat terkait penggunaan obat yang aman dan tepat pascabencana.

Sebanyak 65 pasien dilayani dengan keluhan terbanyak berupa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes, serta gangguan muskuloskeletal. Edukasi kesehatan ibu dan anak turut diberikan sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah kesehatan lanjutan.

Home Care: Menjangkau Warga dengan Keterbatasan Mobilitas

Pendekatan home care dilaksanakan pada 25 Desember 2025 di Kelurahan Rantau Pauh, Kecamatan Rantau. Melalui layanan Mobile Clinic berbasis kunjungan rumah, Tim Medis UMMAT menjangkau 43 pasien yang memiliki keterbatasan mobilitas, termasuk lansia dan pasien dengan penyakit kronis. Layanan ini menjadi bentuk nyata komitmen UMMAT dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan di tengah kondisi darurat.

Trauma Healing Berbasis Permainan Edukatif

Program trauma healing berbasis permainan edukatif menjadi salah satu fokus utama kegiatan selama periode 21–27 Desember 2025, khususnya bagi anak-anak dan balita terdampak banjir. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Desa Benua Raja, Kelurahan Rantau Pauh, dan Posko Banjir RS Pertamina Rantau, dengan total peserta lebih dari 200 orang yang terdiri dari anak-anak, balita, dan ibu-ibu.

Melalui berbagai aktivitas bermain yang edukatif dan interaktif, anak-anak diajak untuk kembali merasakan suasana aman dan menyenangkan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membantu menurunkan kecemasan, memulihkan kondisi psikologis, serta mendukung tumbuh kembang anak pascabencana. Anak-anak menerima paket susu dan permainan edukatif, sementara ibu-ibu memperoleh paket MP-ASI dan hygiene kit untuk menunjang kesehatan keluarga.

Selain itu, Tim Medis UMMAT juga menyelenggarakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kesehatan reproduksi pada ibu dan anak, sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan kesehatan keluarga.

Pendekatan Holistik dan Penyelesaian Laporan Kegiatan

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini mencerminkan pendekatan holistik dan terintegrasi dalam penanggulangan bencana, yang mencakup aspek kuratif, promotif, preventif, serta pemulihan psikososial. Setelah seluruh kegiatan lapangan selesai, Tim Medis UMMAT melaksanakan proses penyusunan dan penyelesaian laporan akhir kegiatan pada 28–31 Desember 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan administratif.

Sebagai penutup, Universitas Muhammadiyah Mataram menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, khususnya melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI. Dukungan program ini menjadi landasan penting bagi pelaksanaan aksi kemanusiaan serta penguatan peran perguruan tinggi dalam upaya penanggulangan bencana dan pemulihan kesehatan masyarakat di Indonesia.