Upaya Peningkatan Deteksi Dini Hipertensi
Lombok Barat — Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Gelangsar, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Program ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMMAT.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan deteksi dini hipertensi pada masyarakat usia produktif. Selain itu, program ini juga mendorong pemanfaatan teknologi digital di bidang kesehatan. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mudah melakukan skrining secara mandiri.
Sambutan dan Dukungan Mitra
Kepala Desa Gelangsar, Abd. Rahman, S.Pd.I., menyambut hangat tim pengabdian. Ia juga mengapresiasi dipilihnya Desa Gelangsar sebagai lokasi kegiatan. Oleh karena itu, ia berharap program ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, dr. Solikah Sriningsih, MH., MMR., menyampaikan tujuan kegiatan ini. Menurutnya, inovasi ini dirancang agar mudah digunakan oleh masyarakat. “Melalui aplikasi SI-TEKAN, masyarakat dapat mendeteksi risiko hipertensi secara cepat dan mandiri,” ujarnya.
Metode dan Sasaran Kegiatan
Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D). Metode ini bertujuan menghasilkan produk inovatif berbasis kebutuhan masyarakat. Selain itu, sistem dikembangkan agar mudah diakses tanpa instalasi.
Kegiatan ini melibatkan 100 responden. Seluruh responden merupakan masyarakat usia produktif 25–55 tahun. Mereka dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Adapun kriteria meliputi domisili di Desa Gelangsar, bersedia menjadi responden, dan memiliki akses internet.
Inovasi Aplikasi SI-TEKAN
Aplikasi SI-TEKAN dikembangkan sebagai alat skrining risiko hipertensi. Sistem ini berbasis algoritma risiko komunitas. Dengan demikian, hasil yang diperoleh lebih terarah dan relevan.
Aplikasi ini memiliki beberapa fitur utama. Di antaranya registrasi pengguna, input data faktor risiko, serta hasil klasifikasi risiko. Selain itu, tersedia juga rekomendasi tindak lanjut bagi pengguna.
Penilaian risiko didasarkan pada beberapa faktor. Misalnya usia, indeks massa tubuh, riwayat keluarga, dan pola konsumsi garam. Selain itu, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan tingkat stres juga diperhitungkan. Hasilnya dikategorikan menjadi risiko rendah, sedang, atau tinggi.
Baca juga: PEMANTAUAN GIZI ANAK DALAM MENCEGAH MALNUTRISI KRONIS DI SD ‘AISYIYAH 1 MATARAM
Manfaat bagi Masyarakat
Dibandingkan metode konvensional, SI-TEKAN lebih praktis dan cepat. Selain itu, sistem ini berbasis data sehingga hasilnya lebih sistematis. Oleh sebab itu, masyarakat dapat melakukan skrining secara mandiri kapan saja.
Lebih lanjut, sistem ini juga membantu memetakan risiko kesehatan masyarakat. Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar perencanaan program kesehatan di tingkat desa.
Harapan dan Keberlanjutan Program
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat. Selain itu, kebiasaan hidup sehat dapat terbentuk sejak dini. Dengan begitu, risiko hipertensi dapat ditekan.
Sebagai penutup, tim pengabdian menyampaikan terima kasih kepada LPPM UMMAT. Berkat dukungan tersebut, kegiatan berjalan dengan baik. Ke depan, program serupa diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas.