MATARAM — Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (FK UMMAT) menyelenggarakan Kuliah Pakar Kedokteran bertajuk “Psychosomatic Approach in Internal Medicine” pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bertempat di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram.

Kegiatan ini menghadirkan dr. Muhamad Awaludin, Sp.PD, Subsp.P.P.M.(K), M.Pd., FINASIM, dosen Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), yang juga merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Psikosomatik dan Paliatif Medik di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.

Kuliah pakar tersebut menjadi bagian dari upaya FK UMMAT dalam memperluas wawasan keilmuan kedokteran, khususnya mengenai keterkaitan antara kondisi psikologis dan kesehatan fisik pasien. Pendekatan psikosomatik menjadi salah satu aspek penting dalam praktik kedokteran modern karena menempatkan pasien sebagai individu yang memiliki keterkaitan antara aspek biologis, psikologis, dan sosial.

Dalam pemaparan materinya, dr. Muhamad Awaludin menjelaskan bahwa gangguan psikosomatik merupakan kondisi yang melibatkan hubungan erat antara faktor psikologis dan munculnya keluhan fisik. Kondisi tersebut dapat ditemukan dalam berbagai bidang ilmu penyakit dalam, termasuk gangguan sistem kardiovaskular, pernapasan, pencernaan, hingga penyakit kronis.

Berdasarkan data yang dipaparkan, prevalensi komorbid psikiatri pada pasien rawat inap di rumah sakit berkisar antara 26,1 hingga 38,7 persen, dengan depresi dan gangguan kecemasan sebagai kondisi yang banyak ditemukan. Namun, sebagian kasus komorbid psikiatri masih belum terdiagnosis maupun mendapatkan penanganan yang memadai.

Kondisi psikologis yang tidak tertangani dapat memengaruhi respons pasien terhadap pengobatan, menurunkan kualitas hidup, memperpanjang masa perawatan, serta meningkatkan biaya pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap aspek psikologis menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan medis yang komprehensif.

Lebih lanjut, narasumber menguraikan konsep Consultation-Liaison Psychiatry (CLP), yaitu pendekatan kolaboratif yang menghubungkan pelayanan kesehatan mental dengan berbagai bidang spesialisasi kedokteran. Pendekatan ini memungkinkan tenaga kesehatan untuk melakukan evaluasi, diagnosis, dan penanganan kondisi psikologis yang menyertai penyakit fisik secara lebih terintegrasi.

Dalam praktik ilmu penyakit dalam, pendekatan CLP memiliki peran penting, terutama pada pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, gagal ginjal kronis, stroke, dan kanker. Pasien dengan kondisi tersebut dapat mengalami tekanan psikologis yang memengaruhi perjalanan penyakit, kepatuhan terhadap pengobatan, serta kualitas hidup.

Narasumber juga menjelaskan bahwa hubungan antara pikiran dan tubuh melibatkan berbagai mekanisme fisiologis, termasuk sistem saraf otonom, sistem endokrin, dan sistem imun. Respons tubuh terhadap stres dapat memengaruhi fungsi organ melalui perubahan hormonal dan aktivitas sistem saraf, sehingga faktor psikologis perlu menjadi perhatian dalam proses pemeriksaan dan penatalaksanaan pasien.

Dalam aspek diagnostik, pendekatan psikosomatik menekankan pentingnya anamnesis yang mendalam, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang sesuai indikasi medis. Hal ini diperlukan untuk mengidentifikasi kemungkinan faktor psikososial sekaligus memastikan bahwa keluhan pasien tidak disebabkan oleh kelainan organik yang membutuhkan penanganan khusus.

Selain membahas diagnosis dan penatalaksanaan gangguan psikosomatik, materi kuliah juga menyoroti pentingnya pendekatan psikosomatik dalam perawatan paliatif (palliative care). Pelayanan paliatif tidak hanya berorientasi pada pengendalian gejala fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis, sosial, dan spiritual pasien beserta keluarganya.

Pendekatan biopsikososial-spiritual menjadi salah satu landasan dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien. Melalui pendekatan tersebut, tenaga kesehatan diharapkan mampu memahami kondisi pasien secara menyeluruh, termasuk tekanan emosional, dukungan keluarga, serta kebutuhan pendampingan selama menjalani pengobatan.

Dalam materi tersebut juga ditekankan pentingnya kolaborasi antarprofesi kesehatan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan. Keterlibatan dokter spesialis, psikiater, psikolog, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang holistik dan terintegrasi.

Sebagai akademisi dan praktisi, dr. Muhamad Awaludin memiliki pengalaman dalam bidang psikosomatik dan paliatif medik, termasuk kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah yang membahas hubungan antara kondisi psikologis dengan penyakit kronis. Salah satu penelitiannya mengkaji variabilitas denyut jantung, depresi, dan kualitas hidup pada pasien yang menjalani hemodialisis rutin.

Melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar ini, FK UMMAT berupaya memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pendekatan holistik dalam praktik kedokteran. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa dalam memahami bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada diagnosis dan pengobatan penyakit secara fisik, tetapi juga mempertimbangkan kondisi psikologis dan sosial pasien.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen FK UMMAT dalam menghadirkan pendidikan kedokteran yang berkualitas, berorientasi pada kebutuhan pasien, serta mengedepankan profesionalisme, empati, dan kepedulian terhadap kemanusiaan.

Professionalism is Our Priority.