Lombok Utara, 5 Agustus 2026 — Upaya pencegahan penyakit tidak menular terus diperkuat melalui kolaborasi antara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram bersama Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (FK UMMAT). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Edukasi dan Deteksi Dini Risiko Stroke Berbasis Masyarakat pada Wilayah Pesisir Desa Malaka sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular”.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di Dusun Nipah, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, turut melibatkan TBM Bumi Gora, Puskesmas Nipah, serta mahasiswa KKN Desa Malaka 1. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan promotif dan preventif kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Sebanyak 55 masyarakat Desa Malaka mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan dan skrining faktor risiko stroke. Pemeriksaan mencakup identifikasi faktor risiko stroke, skrining fungsi kognitif, penilaian risiko Obstructive Sleep Apnea (OSA), pemeriksaan obesitas sentral, serta pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Selain pemeriksaan, masyarakat dan kader kesehatan juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda stroke serta melakukan tindakan secara cepat ketika gejala muncul. Edukasi diperkenalkan melalui konsep “SeGeRa Ke RS”, yaitu Senyum tidak simetris, Gerak separuh tubuh melemah, dan Bicara pelo.
Peserta juga diberikan pemahaman bahwa stroke membutuhkan penanganan segera. Mengenali gejala sejak awal dan membawa pasien ke fasilitas kesehatan secepat mungkin menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko dampak yang lebih berat.
Dalam kegiatan tersebut, pencegahan hipertensi juga menjadi salah satu perhatian utama. Hal ini berkaitan dengan pentingnya pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala dan penerapan pola hidup sehat.
Stroke merupakan salah satu penyakit neurologis yang dapat menimbulkan kecacatan maupun kematian. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan dengan mengendalikan berbagai faktor risiko, antara lain hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, serta kebiasaan merokok.
Tidak hanya berfokus pada faktor risiko stroke, kegiatan ini turut memperhatikan aspek kesehatan sistem saraf melalui skrining fungsi kognitif dan risiko OSA. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari pendekatan komprehensif dalam melihat kondisi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan otak dan kualitas tidur.
Kolaborasi antara PPDS Neurologi FKIK Unram, FK UMMAT, dan berbagai mitra diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat serta kader kesehatan dalam mengenali faktor risiko stroke dan melakukan langkah pencegahan sejak dini. Edukasi mengenai tanda-tanda stroke juga diharapkan membuat masyarakat lebih tanggap dalam mengambil keputusan ketika menemukan gejala yang mengarah pada stroke.
Melalui kegiatan berbasis masyarakat ini, PPDS Neurologi FKIK Unram dan FK UMMAT bersama para mitra menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat. Kegiatan di Desa Malaka menjadi langkah nyata untuk memperkuat upaya promotif dan preventif, khususnya dalam pencegahan stroke dan penyakit tidak menular di wilayah pesisir Lombok Utara.